Baturaja — lalulintasnews.id
Korwil Badan gizi Nasional Kab. OKU bersama Tim BGN, Kapolsek Sinar peninjauan Ipda Suherman, SE beserta Kanit Binmas dan Kanit Intel, Ka UPTD Puskesmas Karya Mukti sdr SUHARNO beserta staf, SPPG Desa Marga Bakti, Pengurus yayasan MBG Katalea melaksanakan pengecekan ke sekolah penerima makan bergizi gratis (MBG) terkait adanya peningkatan jumlah pasien yang sakit siswa SMA Madrasah Aliyah Nadlatul muslimin Desa Karya Mukti Kec. Sinar peninjauan Kab. OKU.
Pada hari kamis tanggal 20/11/2025 sekira jam 11.00Wib telah dilaksanakan pengecekan ke sekolah penerima MBG (makan bergizi gratis) terkait adanya peningkatan pasien yang sakit siswa – siswi SMA Madrasah Aliyah Nadlatul muslimin desa Karya Mukti Kec. Sinar peninjauan kab. OKU yang berobat ke UPTD Puskesmas Karya Mukti.
“ Kapolres Oku Akbp Endro Aribowo, S.I.K., M.A.P., melalui Kapolsek Sinar Peninjauan Ipda Suherman, S.E., diwakili oleh Kasubsi Penmas Sie Humas Polres Oku Ipda Chandra. M. S.H., menyempaikan bahwa sebelumnya pada hari Rabu tanggal 19/11/2025 sekira jam 15.00 wib, pihak UPTD Puskesmas Karya Mukti menerima pasien dari siswa – Siswi SMA Madrasah Aliyah Nadlatul muslimin desa Karya Mukti yang mengalami keluhan sakit yaitu berjumlah 11 orang. Untuk keluhan sakit sendiri bermacam – macam dari mual, sakit perut dan diare.
Dari kesebelas siswa siswi SMA Madrasah aliyah Nadlatul muslimin yang berobat ke Puskesmas saat ini hanya satu siswi yang rawat inap, sisanya 10 siswa diperbolehkan pulang dan sudah sekolah seperti biasa.
Sekolah yang dilakukan pengecekan terkait MBG tersebut yaitu SMPN 36 OKU Desa Karya Mukti, dari hasil monitoring dan pengecekan ke pihak SMPN 36 OKU Sdr. NASIR (Perwakilan SMPN 36 OKU) menyampaikan sampai saat ini tidak ada siswa – siswi dari SMPN 36 OKU yang mengalami sakit terkait konsumsi MBG, namun ada 2 orang siswa yang sakit tetapi tidak berkaitan dengan MBG hal ini dikarenakan sebelumnya terhadap siswa tersebut memang ada riwayat sakit.
Ka UPTD Puskesmas Karya Mukti menyampaikan kegiatan pengecekan ke sekolah berkaitan dengan MBG dikarenakan adanya peningkatan jumlah siswa – siswi SMA Madrasah Aliyah Nadlatul muslimin yang berobat ke Puskesmas dengan keluhan sakit perut, mual dan diare sehidup tim dari BGN dan UPTD Puskesmas karya Mukti melaksanakan pengecekan apakah ada kaitannya dengan konsumsi MBG atau tidak.
Sementara Kapolsek Sinar Peninjauan menyampaikan :Program yang baik dari Pemerintah dengan memberikan makan bergizi gratis harus di dukung dan dilaksanakan dengan sebaik – baiknya.
Kemudian agar pihak guru sebelum memberikan MBG ke para siswa untuk dilakukan pengecekan terlebih dahulu jangan ragu – ragu apabilah makanan yang akan dikonsumsi siswa sudah berubah baik warna, bentuk maupun rasa jangan di didistribusikan lagi.
Selanjutnya jangan takut untuk melaporkan ke pihak terkait apabilah adanya temuan makanan yang sudah tidak layak dikonsumsi.
Mari kita dukung program pemerintah melalui program MGB ini, kedepan jangan sampai ada kejadian yang berdampak buruk bagi siswa – siswi penerima MBG.
Selanjutnya sekira jam 13.00 wib dilakukan monitoring dan pengecekan ke SMA Madrasah Aliyah Nadlatul muslimin, dari hasil pengecekan di dapat keterangan berdasarkan keterangan dari siswa dan siswi yg mengalami sakit, rata – rata siswa mengalami diare dan mual disertai sakit perut terjadi dalam rentang waktu hari selasa malam tanggal 18/11/2025 sekira jam 18.30 wib sampai hari rabu tanggal 19/11/2025.
Berdasarkan keterangan dari beberapa siswa menerangkan kondisi makanan pada saat di konsumsi pada hari selasa tanggal 18/11/2025, menu yang disiapkan yaitu nasi kuning, ayam semur, orek tempe, lalapan timun, buah salak, dan pada saat di makan ada sedikit bau asam di menu ayam semur namun tekstur dan bentuk belum berubah.
Dari hasil pengecekan di lapangan oleh tim kesehatan dan korwil BGN Kab. OKU menerangkan, terjadinya diare dan mual disertai sakit perut yang dialami oleh para siswa SMA madrasah aliyah Nadlatul muslimin terindikasi dari makanan MBG pada hari selasa tanggal 181/1/2025, namun untuk kepastian lebih lanjut masih menunggu hasil lab dan pemeriksaan lebih lanjut







