Baturaja — lalulintasnews.id
Polsek Baturaja Timur melakukan monitoring banjir di wilayah Taman Sari RT 03 RW 03, Kelurahan Sukaraya, Kecamatan Baturaja Timur, Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Banjir dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 100 sentimeter tersebut berdampak pada sedikitnya 12 Kepala Keluarga dari 8 rumah warga.
Selain merendam permukiman, banjir juga menghambat aktivitas di sekitar eks Kantor KUA Baturaja Timur serta satu sekolah swasta yang berada tidak jauh dari lokasi terdampak.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, penyebab banjir diduga kuat akibat buruknya sistem drainase di jalur jalan nasional lintas tengah Sumatera. Saluran air di sekitar bengkel mobil Enggano diketahui memiliki ukuran kecil sehingga tidak mampu menampung derasnya debit air hujan.
“Masalah ini bukan baru terjadi sekali atau dua kali. Kondisi drainase yang tidak memadai sudah berlangsung bertahun-tahun dan belum ada penanganan permanen,” ujar Kapolsek Baturaja Timur AKP Azwan, SH., MH., melalui Kasi Humas Polres OKU AKP Ferri Zulfian.
Ferri menjelaskan, upaya yang dilakukan selama ini oleh instansi terkait termasuk BPBD OKU masih sebatas tindakan sementara, seperti penyedotan air setiap kali banjir terjadi. Padahal, menurutnya, masyarakat membutuhkan solusi jangka panjang untuk mencegah banjir berulang.
Polsek Baturaja Timur memastikan bahwa monitoring akan terus dilakukan pada titik-titik rawan banjir, terutama saat intensitas hujan tinggi.
“Kami memberikan imbauan kamtibmas dan keselamatan kepada warga agar tetap waspada. Personel juga siap membantu evakuasi apabila debit air meningkat,” tambah AKP Ferri.
Ia menegaskan bahwa Polsek Baturaja Timur berkomitmen mendukung upaya penanganan banjir, termasuk koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mencari solusi permanen.
Selama kegiatan monitoring berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif.







