BATURAJA — lalulintasnews.id
Pos Pengamanan (Pospam) Stasiun Kereta Api Baturaja mencatat tingginya mobilitas penumpang selama m oleh Kepala Pos Pengamanan (Kapos Pam) Stasiun KA Baturaja, Ipda Deni Arpan, S.E., M.Si., berdasarkan hasil pemantauan sejak 14 hingga 22 Maret 2026.
Dalam periode tersebut, jumlah penumpang yang berangkat dari Stasiun Baturaja tercatat mencapai 5.177 orang. Rinciannya, penumpang yang menggunakan Kereta Kuala Stabas (S3) tujuan Tanjung Karang pada pukul 06.30 WIB sebanyak 1.250 orang. Selanjutnya, Kereta Rajabasa (S7) tujuan Tanjung Karang pukul 12.02 WIB mengangkut 741 penumpang.
Kemudian, Kereta Rajabasa (S8) tujuan Kertapati pada pukul 13.39 WIB membawa 1.409 penumpang, dan Kereta Kuala Stabas (S5) tujuan Tanjung Karang pada pukul 14.00 WIB mencatat jumlah penumpang terbanyak, yakni 1.777 orang.
Sementara itu, jumlah penumpang yang tiba di Stasiun Baturaja selama periode yang sama mencapai 4.755 orang. Kereta Kuala Stabas (S4) dari Tanjung Karang pada pukul 11.30 WIB membawa 1.698 penumpang. Disusul Kereta Rajabasa (S7) dari Kertapati pukul 11.50 WIB sebanyak 898 penumpang.
Selanjutnya, Kereta Rajabasa (S8) dari Tanjung Karang yang tiba pukul 13.28 WIB mengangkut 935 penumpang, serta Kereta Kuala Stabas (S6) dari Tanjung Karang pada pukul 18.18 WIB membawa 1.224 penumpang.
Ipda Deni Arpan menyampaikan bahwa selama pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026, situasi di Stasiun Baturaja terpantau aman dan kondusif. Pihaknya bersama personel gabungan terus melakukan pengamanan dan pemantauan guna memastikan kelancaran arus penumpang, baik keberangkatan maupun kedatangan.
“Secara umum situasi masih terkendali, dan arus penumpang mengalami peningkatan menjelang dan sesudah Hari Raya Idul Fitri,” ujarnya.
Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jasa kereta api untuk tetap menjaga ketertiban, mematuhi aturan yang berlaku, serta selalu waspada terhadap barang bawaan masing-masing demi keamanan bersama.







