Baturaja – lalulintasnews.id
Dalam rangka pengamanan arus mudik dan arus balik menjelang Hari Raya Idul Fitri melalui Operasi Ketupat Musi Tahun 2026, Pos Pengamanan (Pos PAM) Terpadu Stasiun Kereta Api Baturaja terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas keberangkatan dan kedatangan penumpang kereta api.
Berdasarkan data yang dihimpun pada Minggu, (15/3/2026), tercatat ratusan penumpang menggunakan jasa transportasi kereta api baik untuk keberangkatan maupun kedatangan di Stasiun Kereta Api Baturaja, Kabupaten OKU.
Kapospam Terpadu Stasiun Kereta Api Baturaja, Ipda Deni Arfan, SE., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dilakukan guna memastikan situasi keamanan, ketertiban, serta kelancaran arus penumpang selama berlangsungnya Operasi Ketupat Musi 2026.
“Personel Pos PAM Terpadu Stasiun Baturaja terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas penumpang baik yang berangkat maupun yang datang, guna memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif,” ujar Ipda Deni Arfan.
Adapun jumlah penumpang kereta api yang berangkat dari Stasiun Baturaja, yaitu:
* Kereta Kuala Stabas (S3) tujuan Tanjung Karang: 81 penumpang.
* Kereta Rajabasa (S7) tujuan Tanjung Karang: 70 penumpang
* Kereta Rajabasa (S8) tujuan Kertapati: 126 penumpang
* Kereta Kuala Stabas (S5) tujuan Tanjung Karang: 163penumpang
.Sementara itu, jumlah penumpang yang tiba di Stasiun
Baturaja, yaitu:
* Kereta Kuala Stabas (S4) dari Tanjung Karang: 167 penumpang
* Kereta Rajabasa (S7) dari Kertapati: 95 penumpang
* Kereta Rajabasa (S8) dari Tanjung Karang: 89 penumpang
*Kereta Kuala Stabas (S6) dari Tanjung Karang: 111 penumpang
Dengan adanya pengawasan dari personel gabungan yang bertugas di Pos PAM Terpadu, diharapkan aktivitas masyarakat yang menggunakan transportasi kereta api dapat berjalan dengan aman dan lancar selama periode pengamanan Operasi Ketupat Musi 2026..
Hingga saat ini, situasi di Stasiun Kereta Api Baturaja terpantau aman, tertib, dan kondusif, serta aktivitas penumpang berlangsung normal.







