Perkembangan Penanganan Banjir di Sukaraya dan Air Paoh, Kapolres OKU: Upaya Maksimal Terus Dilakukan

BATURAJA — lalulintasnews.id

Banjir yang melanda Kelurahan Sukaraya dan Desa Air Paoh, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu, hingga Selasa (31/3/2026) masih belum sepenuhnya surut. Jajaran Polres OKU bersama instansi terkait terus melakukan upaya percepatan penanganan di sejumlah titik terdampak.

Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo, S.I.K., M.A.P., menyampaikan bahwa seluruh unsur baik kepolisian, pemerintah daerah, hingga BBPJN turut dikerahkan untuk meminimalisasi dampak banjir terhadap warga.

“Kami memastikan seluruh kekuatan diturunkan. Fokus utama kami adalah keselamatan warga, percepatan surutnya genangan, dan memastikan aktivitas masyarakat dapat kembali normal,” ujar Kapolres.

Kegiatan monitoring dipimpin Kapolsek Baturaja Timur AKP Azwan, SH., MH., bersama para Kanit, personel Polres OKU, Polsek Baturaja Timur, BPBD OKU, BBPJN Sumsel, Lurah Sukaraya, dan Bhabinkamtibmas Aipda Erwin Yansyah.

Lokasi terdampak banjir meliputi kawasan Taman Sari RT 01 dan RT 03 RW 03, Kelurahan Sukaraya, serta RT 03 Dusun 7 Desa Air Paoh.

Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan bahwa ketinggian air di sejumlah titik masih mencapai sekitar 100 sentimeter.

Sedikitnya 20 Kepala Keluarga (KK) dengan total 19 unit rumah terdampak banjir. Genangan air juga merendam area STIKES/Akper Al-Ma’arif, sehingga mengganggu aktivitas di lingkungan tersebut.

Sementara itu, akses warga di sekitar eks Kantor KUA Baturaja Timur turut terhambat akibat tingginya genangan air yang masih belum surut.

Data Warga Terdampak banjir di Kelurahan Sukaraya – Lr. Tangkil RT 01 RW 03 Terdiri dari rumah milik Sofian Erlis, Nasolati, Maulana, Apriadi Kusuma, Burhanudin, Laelani, Meirizal, Darno, Arman, Listriani, Rohana, dan Indra Wangsa.

Untuk RT 03 RW 03 Kel. Sukaraya, Rumah Suharmasto, eks Kantor KUA, dan Sekolah Akper Al-Ma’arif.

Desa Air Paoh RT 03 Dusun 7 yaitu, Rumah Komarudin, Johan, Dody, Yunizar, Ujang, Merdi, dan Wawan.

Polres OKU bersama Pemkab OKU dan Baznas telah menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak. Bantuan dikelola melalui dapur umum yang kini aktif memasak dan mendistribusikan konsumsi kepada masyarakat.

“Kami memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Dapur umum beroperasi setiap hari dibantu ibu-ibu setempat, sebagai bentuk gotong royong menghadapi bencana,” kata Kapolres.

Pada pukul 11.30 WIB, dilakukan perbaikan saluran air di Jalur Lintas Tengah Sumatera, tepatnya depan Bengkel Mobil Enggano. Pekerjaan digarap PT Perdana Abadi Perkasa Palembang menggunakan alat berat backhoe loader.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Aldino – PPK 2.2 BBPJN Sumsel, Fajri – Pengawas BBPJN Sumsel, Abdul Manaf – Korlap BBPJN Sumsel.

Pengawas Fajri menjelaskan bahwa pekerjaan hari ini difokuskan pada pengaliran air akibat tingginya debit. Estimasi pemasangan Box Culvert hingga pengaspalan diperkirakan memakan waktu 2–3 minggu.

Selama proses berlangsung, BBPJN berkoordinasi dengan Sat Lantas Polres OKU dan Dinas Perhubungan OKU untuk menjaga arus lalu lintas tetap lancar.

Kapolsek Baturaja Timur juga melakukan koordinasi dengan PDAM dan Telkom untuk pengaturan jalur kabel serta saluran air. Upaya ini memastikan Pasokan air PDAM ke rumah warga tidak terganggu, Pekerjaan perbaikan drainase dapat berlangsung tanpa kendala jaringan.

Hingga pukul 12.30 WIB, ketinggian banjir tercatat turun ±30 cm setelah penyedotan menggunakan beberapa peralatan, yaitu:

* 2 unit MDP-80ES kapasitas 220 m³/jam (dipasang di samping Bengkel Enggano)
* 1 unit mesin sedot apung (dipasang di eks Kantor KUA Baturaja Timur)

Personel gabungan juga melaksanakan kegiatan gotong royong Pembersihan lingkungan, Penyedotan genangan air dan Penataan lokasi titik pemasangan Box Culvert

Kapolres OKU memastikan bahwa kegiatan perbaikan jalan dan drainase tidak menimbulkan gangguan signifikan.
“Sat Lantas sudah mengatur skema rekayasa lalu lintas. Alhamdulillah, situasi tetap terkendali meskipun ada pekerjaan di badan jalan,” tegas Kapolres.

Banjir masih terjadi di Sukaraya dan Air Paoh, dengan dampak pada permukiman warga serta fasilitas umum.
Upaya penyedotan air membuahkan hasil dengan penurunan ketinggian ±30 cm.

Penanganan masih berlanjut melalui pembersihan, penyedotan, dan pengoperasian dapur umum.
Koordinasi lintas instansi sangat diperlukan untuk mencegah banjir susulan.

Proses pemasangan Box Culvert berjalan sesuai rencana, estimasi rampung dalam 2–3 minggu.

Koordinasi dengan PDAM dan Telkom berlangsung efektif sehingga pelayanan publik tetap berjalan.

Kapolres OKU menegaskan bahwa seluruh personel akan tetap disiagakan.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, namun tetap tenang. Polres OKU bersama instansi terkait terus bekerja di lapangan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan warga,” pungkas AKBP Endro Aribowo.