PALEMBANG – lalulintasnews.id
Setelah sempat mangkir saat penetapan tersangka, dua mantan direktur PT Semen Baturaja akhirnya ditahan oleh penyidik pidaus kejati Sumsel, Kamis (19/2/2026).
Keduanya yakni tersangka Dede Prasade mantan Direktur Pemasaran dan keuangan PT. Semen Baturaja dan M Jamil selaku mantan Direktur Keuangan PT. Semen Baturaja.
Penahanan tersebut terkait kasus dugaan Korupsi dalam kegiatan Pendistribusian Semen dalam wilayah Provinsi Sumatera Selatan oleh distributor PT. Kapuas Musi Madelin (KMM) periode tahun 2018-2022.
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumsel Dr. Ketut Sumedana SH MH menjelaskan pada rilis sebelumnya Selasa (9/2) tiga tersangka telah ditetapkan. Untuk tersangka DJ selaku Direktur Utama PT. KMM telah dilakukan penahanan, sedangkan untuk Tersangka MJ dan DP tidak hadir.
Oleh karena itu pada hari ini kamis (19/2) Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan melakukan penahanan terhadap 2 orang tersangka terkait kasus tersebut yang sempat mangkir dari panggilan saat penetapan tersangka.
“Kedua tersangka inisial MJ selaku Direktur Pemasaran PT. SB (Persero) Tbk periode April 2017 – April 2019 dan Direktur Keuangan PT. SB (Persero) Tbk periode April 2019 – Maret 2022. Kemudian inisial DP selaku Direktur Keuangan PT. SB (Persero) Tbk periode April 2017 – Mei 2019,” Jelasnya.
Lanjut Kajati, kedua tersangka akan dilakukan tindakan penahanan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Negara Kelas 1 Palembang dari tanggal 19 Februari 2026 sampai dengan 10 Maret 2026. “Hingha saat ini, saksi yang sudah diperiksa berjumlah 34 orang,” Terangnya.
Adapun Modus Operandi yang dilakukan para tersangka yakni Berawal dari kesepakatan Tersangka MJ selaku Direktur Pemasaran PT. SB (Persero) Tbk dan Tersangka DP selaku Direktur Keuangan PT. SB (Persero) Tbk bersarna Tersangka DJ selaku Direktur PT. KMM untuk menjadikan PT. KMM sebagai distributor semen PT. SB (Persero) Tbk.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, lalu Tersangka MJ menyuruh untuk menerbitkan surat dukungan kepada PT.KMM agar mendapatkan proyek tol Pematang Panggang-Kayu Agung (PPKA) PT. WK (Persero) Tbk yang akan digunakan sebagai jaringan distribusi semen curah (proyek). Sementara itu Tersangka DP yang sekaligus merangkap Komisaris PT. BMU (anak perusahaan PT. SB (Persero) Tbk) berupaya memindahkan PT. BMU ke wilayah Lampung sehingga jaringan distribusi semen zak (toko retail) maupun gudang penyimpanan semen milik PT. BMU tersebut dapat diserahkan kepada PT. KMM.
Kemudian Tersangka MJ dan Tersangka DJ melakukan penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Semen antara PT. SB (Persero) Tbk dengan PT. KMM pada tanggal 27 September 2018, tanpa terlebih dahulu melalui rangkaian seleksi atau evaluasi administrasi dan teknis oleh tim penilai yang mana hal tersebut bertentangan dengan SOP Pemasaran 2018 dan IK Marketing & Brand Management 2018.
Bahwa dalam pelaksanaan kegiatan distribusi semen, PT. KMM mendapatkan fasilitas plafon penebusan semen tanpa jaminan asset dan PT. KMM tidak melakukan pembayaran sesuai nilai penebusan semen. Namun Tersangka MJ dan Tersangka DP tetap memberikan fasilitas plafon penebusan semen dengan tidak mempertimbangkan total outstanding piutang distributor serta berulangkali memberikan fasilitas Reschedule piutang agar plafon PT. KMM di sistem tetap terbuka dan dapat terus melakukan penebusan semen yang mana hal tersebut bertentangan dengan SOP Account Receivable 2019 PT. SB, Tbk.
Sehingga mengakibatkan kerugian PT. SB, Tbk senilai Rp. 74.375.737.624.(Tim)







