OKU, Sumsel  

Razia Blok Hunian Warga Binaan, Cegah Gangguan Keamanan

BATURAJA -lalulintasnews.id

Kepala Riutan Baturaja Fitri Yady mengatakan penggeledahan dilakukan pihaknya di blok hunian warga binaan baturaja pada sabtu (14/2/2026) bertujuan sebagai langkah kongkrit dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan di wilayahnya.

Kami tidak memberikan toleransi terhadap keberadaan barang-barang yang dapat memicu gangguan keamanan. Razia ini adalah bentuk komitmen kami menjalankan perintah transisi kementerian dalam mewujudkan Pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas,” ujar Ka Rutan.

Dikatakan, Langkah ini diambil bukan sekadar rutinitas, melainkan implementasi langsung dari 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang menekankan pada penguatan fungsi pengamanan dan pemberantasan peredaran barang-barang terlarang di dalam Lapas maupun Rutan
” Pengamanan ini menyisir setiap sudut kamar hunian. Jadi petugas kita melakukan pemeriksaan secara teliti terhadap barang-barang milik warga binaan untuk memastikan tidak ada benda terlarang seperti handphone, narkoba, hingga senjata tajam,” ungkapnya.

Dari hasil penggeledahan tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah benda yang dilarang berada di dalam blok. Barang bukti tersebut kemudian didata untuk segera dimusnahkan. Selain razia fisik, petugas juga memberikan edukasi kepada warga binaan mengenai pentingnya menjaga ketertiban demi kenyamanan bersama selama menjalani masa pembinaan.

Dihari yang sama, dalam rangka mendukung Ketahanan Pangan, Rutan Baturaja berhasil panen buah melon. Menurut Ka Rutan, hal ini membuktikan bahwa tembok penjara bukan penghalang untuk tetap produktif. yakni melalui program pembinaan kemandirian.
” Warga binaan berhasil menyulap lahan tidur menjadi kebun melon yang produktif. Aksi nyata ini menjadi bukti kontribusi kita dalam mendukung program ketahanan pangan nasional,” ucap Karutan
Keberhasilan panen ini merupakan pesan kuat kepada masyarakat bahwa warga binaan memiliki potensi besar untuk berubah dan berkontribusi positif. Diharapkan, setelah bebas nanti, mereka memiliki skill mumpuni untuk membuka usaha pertanian sendiri secara mandiri.

“Panen hari ini adalah bukti nyata bahwa pembinaan di Rutan Baturaja berjalan efektif. Kami tidak hanya memberikan sanksi hukum, tetapi juga membekali mereka dengan skill nyata yang bisa menjadi modal hidup saat kembali ke masyarakat nanti,” ujarnya..
Melihat kesuksesan ini, Rutan Baturaja berencana untuk memperluas area tanam dan mendiversifikasi jenis tanaman. Kedepannya, area ini diproyeksikan menjadi Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang lebih profesional, sekaligus menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas pangan di level daerah. *(yus)*